HUT ke-47
Sleman - Tepat pada hari ini, Rabu, 1 April 2026, SMP Negeri 1 Mlati merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-47. Peringatan hari jadi tahun ini terasa istimewa dan penuh makna karena mengusung tema agung, yakni "Gumregah, Nyawiji Memetri Budaya" (Bangkit, Bersatu Melestarikan Budaya). Rangkaian perayaan yang digelar selama dua hari, mulai 31 Maret hingga 1 April 2026, sukses memadukan rasa syukur, pengabdian masyarakat dan pelestarian kearifan lokal.
Kepala SMP Negeri 1 Mlati, Didik Saifurrakhman, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa pemilihan tema tahun ini merupakan respons atas pentingnya menjaga akar budaya di tengah arus modernisasi.
"Tepat di usia ke-47 tahun pada tanggal 1 April 2026 ini, kami ingin seluruh keluarga besar SMP Negeri 1 Mlati gumregah (bangkit) dan nyawiji (bersatu padu) dalam memetri (menjaga dan melestarikan) budaya bangsa. Pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak kita mengenal, mencintai, dan menghidupi budayanya sendiri," jelas Didik Saifurrakhman.
Rangkaian Kegiatan Peringatan HUT ke-47
Untuk mewujudkan tema tersebut, panitia menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh sivitas akademika dan masyarakat sekitar sekolah.
1. Bakti Masyarakat/ Kenduri
Menjelang hari puncak ulang tahun, rangkaian acara diawali dengan kegiatan Bakti Masyarakat dan Kenduri pada Selasa (31 Maret 2026). Sesuai dengan tradisi luhur Jawa, kenduri ini menjadi wujud syukur atas usia sekolah yang ke-47. Acara ini berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dengan mengundang warga sekitar, perwakilan wali siswa, komite, dewan sekolah, serta tokoh masyarakat. Selain sebagai bentuk rasa syukur, momen ini menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi antara sekolah dan lingkungan sekitarnya.
2. Kirab Budaya
Bertepatan dengan hari ulang tahun sekolah, Rabu 1 April 2026 digelar Kirab Budaya yang menjadi puncak acara sekaligus tontonan menarik bagi warga. Seluruh warga sekolah, mulai dari guru, karyawan, hingga siswa, turun ke jalan mengikuti pawai dengan mengenakan beragam busana adat. Rute kirab berjalan mengelilingi kawasan sekitar sekolah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang ekspresi, tetapi juga sebagai sarana edukasi untuk mengenalkan kekayaan budaya dan profil sekolah kepada masyarakat luas.
3. Perlombaan Antar Siswa
Semangat "Gumregah, Nyawiji Memetri Budaya" juga diimplementasikan dalam bentuk perlombaan antarkelas yang mengasah kreativitas dan kekompakan siswa.
Lomba Gunungan: Para siswa berkompetisi merangkai hasil bumi dan makanan tradisional menjadi sebuah gunungan. Lomba ini sarat akan filosofi syukur, kebersamaan, dan gotong royong.
Lomba Atraksi Kelas: Setiap kelas unjuk gigi menampilkan ragam atraksi seni. Penampilan yang dibawakan kental dengan nuansa tradisional, mulai dari tarian, musik, hingga teatrikal, yang semuanya selaras dengan semangat pelestarian budaya.
Rangkaian peringatan HUT ke-47 SMP Negeri 1 Mlati ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan seremonial, tetapi berhasil menjadi wadah edukasi budaya yang nyata. Dengan semangat persatuan dan kebangkitan, SMP Negeri 1 Mlati membuktikan komitmennya untuk terus mencetak generasi penerus yang cerdas, berkarakter, dan bangga akan warisan budaya Nusantara.

Komentar